Perkenalkan namaku Zalva Suci Zahra. Nama panggilanku Arie. Aku adalah seorang cewek tomboy, tetapi aku bukan cewek tomboy yang orang-orang fikirkan tentang cewek tomboy pada umunya. Rambutku panjang dan aku berdandan seperti cewek feminim. Orang-orang menganggapku tomboy karena hobiku . yaitu aku suka dengan olahraga yang banyak disukai cowo-cowok. Seperti olahraga “basket”. Aku merasa dengan bermain baket dan berada dilapangan basket semua beban dan maalahku hilang. Aku juga selalu semangat dan nyaman kalau berada dilapangan basket. Hari ini seperti biasanya aku berada dilapangan basket UNM. Aku melempar bola basket ku dengan keras sampai bola basketku keluar dilapangan. Aku bergegas mengambil bola basketku. Tetapi ketika aku mau tunduk untuk mengambilnya,tiba-tiba ada seorang cowok yang mengambilkan bola basketku itu untukku. Betapa kagetnya diriku saat melihat cowok itu. Ahhh,,, senyumannya sangat maniss, matanya bulat, dan dia juga mempunyai dua lesung pipi yang sangat dalam di pipinya. Dia menjabarkan tangannya sambil tersenyum dan menyebutkan namanya…
“Hay, aku Zul! Kalau boleh tau nama kamu siapa???”
“Iya, aku Arie!!” aku memandangnya dengan senyum”
“Kalau boleh tau kamu anak kompleks ini juga yah? Tanya Zul sambil tersenyum”…
“iya aku anak kompleks disini juga.”kataku gugup”
“berarti kita satu kompleks dong. Aku baru tau kalau dikompleks ini ada cewek manis kayak kamu!”
Dengan senyum manis Zul mengatakannya padaku.”
Kaget dan malu langsung menyambarku seperti petir..
Aku tidak tau bagaimana wajahku sekarang. Apakah masih tetap kelihatan tenang atau sudah berubah menjadi merah aku tidak tau. Aku dan Zul pun bertukaran nomer hp. Setelah itu aku berpamitan pulang kepada Zul …
Keesokan Harinya disekolah aku menceritakan kajadian yang aku alami kemarin dilapangan basket kepada sahabatku Retno…
“No, kemarin aku bertemu dengan seorang cowok manis dan baik sekali. Namanya Zul, “
Retno bilang”bagaimana caranya kamu bias bertemu dengannya?”
Ketika aku mau menjawab pertanyaan Retno, dilapangan baket sekolahku, aku melihat seorang cowok yang membuat jantungku berdetak kencang, sekencang larinya motor Rossi yang sedang berlomba…
“NO,no… itu…!” aku berkata dengan Retno seperti aku melihat seuatu yang sangat mengejutkan.”
“oh itu ,, dia Zul, anak kelas 3A”. dia itu adalah kapten tim basket disekolah kita. Masa kamu tidak tau..”Retno berkata bingung.
Aku berfikir mungkin aku terlalu cuek di sekolah sampai-sampai aku tidak sadar kalo disekolah ini mempunyai siswa sempurna seperti Zul.
“hey, kok kamu melamun sih rie?” Retno menepuk pundakku dengan keras.
“Auu … sakit no! kalau begitu kita balik ke kelas yuk. Bel sudah bunyi tuh…” beranjak pergi sambil tetap memandang wajah Zul yang masih berada dilapangan basket bersama-teman-temannya.
“Pelajaran menjengkelkan ini lagi yang akan dipelajari di kelas no.” kataku dengan muka mengeluh!
“kita tidak boleh seperti itu rie, kita harus menerima pelajaran,, walaupun pelajaran yang tidak kita sukai! Kata Retno sambil tersenyum>.”
Kami berdua jalan dikoridor sekolah yang mulai sunyi. Sesampai didalam kelas ternyata pak guru sudah ada didalam kelas. Kami berdua dihukum karena terlambat masuk kelas. Dengan wajah yang marah pak guru berkata kepada kami berdua “KELUAR!”
Terpaksa kami berdua dihukum tidak boleh masuk kelas selama jam mata pelajarannya. Tetapi kemalangan kami langsung hilang ketika Zul lewat dihadapan kami sambil memamerkan senyuman mautnya. Tiba-tiba Zul menghampiri kami dan berkata.”kenapa kalian berdua ada diluar, bukannya guru kalian ada di dalam kelas?”
“kita berdua dihukum kak Zul, karena kita terlambat masuk kelas” kataku kepada Zul.”
“Kalau begitu sini, aku bantu kalian agar kalian bias masuk dalam kelas”kata Zul menawarkan”
Setelah Zul berbicara dengan pak guru kami berdua langsung dipersilahkan masuk dalam kelas. Aku tidak tau apa yang dibicarakan Zul dengan pak guru.. Ah masa bodoh aku rasa itu tidak penting..
“makasih yah Kak Zul atas bantuannya!” kataku sambil tersenyum..
“ia sama-sama” kata zul tersenyum dan pergi meninggalkan kelasku…
Lagi-lagi dia membantuku. Dia memang It’s my Hero untukku. Kring…kring..! aku bergegas untuk pulang kerumah. Setelah itu aku bersiap untuk pergi kelapangan basket yang berada dikompleks rumahku. Lagi-lagi aku bertemu dengannya . aku meraa senang banget dapat bermain basket dengannya. Setelah cukup lama kami bermain basket aku dan Zul beristirahat. Kita duduk berdekatan. Dan tiba-tiba Zul memegang tanganku dan mengungkapkan isi hatinya padaku.
“Rie aku sudah suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu dilapangan basket ini. Kamu mau ngk menjadi pacarku!? . dengan gugup aku berkata“ iya kak sebenarnya aku juga suka sama kamu..
“berarti kamu mau jadi pacarku?” kata zul dengan muka mengharap.
“iya aku mau jadi pacarmu” kataku
Hari itu kami resmi jadian. Aku senang sekali punya pacar seperti Zul.
Keesokan harinya Zul menjemputku didepan rumahku dan kami berangkat bersama-sama ke sekolah. Sesampainya di sekolah kami pun pergi kekelas masing-masing. Aku menceritakan ini semua kepada sahabatku Retno…
Waktu berjalan dengan cepat 5 bulan tidak terasa aku sama Zul jadian. Hari-hariku sangat menyenangkan selama aku jadian dengan Zul.
Memasuki bulan ke 6 ada perubahan yang aku rasakan kepada Zul. Dia tidak eperti yang dulu selalu ada buatku dan slalu menemaniku. Sepertinya dia menghindar dariku. Telponku tidak pernah diangkat dan sms ku tidak pernah diblas. Aku bingung perasaan aku tidak punya masalah dengannya..
Memasuki bulan ke 7 aku sangat resah karena dia tidak pernah lagi memberikan kabar kepaku. Terpaksa aku memberanikan diri datang kerumahnya. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Motorku melaju dengan cepat sampai-sampai aku tidak melihat bahwa ada mobil truk dihadapanku..
Bruukkk!!!...
Semuanya tiba-tiba gelap..
Beberapa hari kemudian aku sadar tetapi aku melihat semua yang dihadapanku gelap. Betapa terkejutnya aku mendengar cerita orangtuaku yang mengatakan kalau aku buta karena kecelakaan yang menimpaku. Aku merasa hidupku sudah hancur. Tetapi semua itu berubah waktu aku mendengar suara laki-laki yang aku cintai. Tidak salah lagi itu adalah Zul. Dengan cepat aku terbangun “Zul menggenggam tanganku dan berkata “Rie, kamu kenapa sayang?’ kenapa kamu jadi seperti ini?”aku sayang sekali dengan kamu.” Kata Zul dengan suara tangisannya.
“kamu kemana saja Zul… aku kangen sama kamu.. tapi knapa kamu tinggalkan aku Zul”? kataku sambil menitihkan air mata.
“aku minta maaf, aku memang salah, aku janji akan menemanimu dan menjagamu. Zul lalu memelukku. Selama dirumah sakit Zul elalu menemani dan menghiburku. Orang tua ku merasa kecewa karena dokter mengatakan tidak ada donor mata untukku. Tetapi aku tidak sedih karena Zul slaluu menemaniku. Tetapi aku merasa Zul pergi lagi. 1 minggu ini dia tidak ada kabar. Orang tuaku mendapatkan kabar bahwa sudah ada donor mata untukku. Aku sangat senang sekali. Aku inging sekali melihat wajah orangtuaku dan orang yang aku sayangi. Aku ingin sekali memberitahukan kabar berita ini kepada Zul. Tetapi dia tidak datang lagi.
Hari yang kutunggu akhirnya datang juga, hari ini aku di operasi. Akhirnya aku selesai operasi dengan selamat. Beberapa hari kemudian perbanku dibuka. Aku berharap orang yang pertama kau lihat adalah Zul. Tetapi itu semua sia-sia karena Zul tidak datang.Kecewa, sedih, dan marah berkumpul jadi satu.
Sekarang aku sudah bias menjalani lagi hari-hariku seperti biasa. Aku pergi ditempat favorite ku dengan Zul. Tetapi Zul tidak ada.
Sebulan kemudian aku memaksa orangtuaku untuk mengantarku kerumah Zul. Orangtuaku seketika menangis. Aku sangat kaget dan penasaran apa yang telah terjadi…
Sesampainya dirumah Zul orangtuanya langsung memelukku dan menangis. Aku merasa ada sesuatu yang terjadi.
“tante, om Zul mana?”kataku sambil meneteskan air mata.”
Orangtua zul lalu membawaku ke tempat favorite ku dengan Zul. Sesampainya di sana orantua Zul mengeluarkan sebuah handycam dan memperlihatkan rekaman padaku. Tangisanku terpecah ketika melihat bahwa rekaman itu adalah Zul. Wajahnya pucat dan berkata “ buat orang yang aku sayangi Arie. Aku minta maaf karena aku udah bikin kamu sakit hati. Aku terkena penyakit kanker hati dan hidupku tidak lama lagi. Aku mau bilang makasih karena kamu udah beri warna dalam hidupku yang sangat singkat ini. Semoga dengan aku mendonorkan mataku ke kamu, aku akan selalu dihatimu dan masih berguna kepada oranglain. “AKU SAYANG KAMU ARIE”
Aku menangis sambil menyebut nama Zul. Aku membayangkan masa-masa ku dengan Zul. Sedih dan hancurnya perasaanku saat ini.
Tapi teman-temanku dan keluargaku selau membuatku bangkit. Aku sadar Zul memang sudah tidak ada. Tetapi Zul selalu hidup dihati dan ditubuhku karena mata Zul menjadi mataku dan ampai kapan pun Zul telah memberikan cinta dan kasih dihidupkU dan akan selalu ada dihatiku…
“I LOVE YOU SO MUCH ZUL”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar