“hey..Rita lihat kesini cepat” Jeritn Doni
aku bergegas berlari kea rah Doni yang memanggil ku.tidak ku sangka,terlihat lagi oleh kami sesosok mayat yang akhir-akhir inimemang banyakku lihat maupun kudengar tentang perihal seperti itu.
“ayo cepat kita panggil orang-orang lainnya”Teriakku cemas
aku dan Doni sontak berlari memanggil banyak orang yang ada di sekitar tempat.. kurang dari lima menit temat itu sudah penuh kepungan khalayak ramai..Tidak ingin terlibat harus menjadi saksi,Aku mengajak doni meninggalkan tempat itu.
”gila banget..udah berapa mangsa yang di terkam habis oleh pembunuh itu”Tanya doni
”ntahlah.. mimpi apa aku semalam sampe harus bisa nemu mayat lagi.”
”aku jadi penasaran,apa sih tujuan dia yang udah ngebunuh banyak orang itu.,gak punya perasaan banget jadi orang.manusia apa bukan sih..”Gerutu Doni
”ahh..kali ini udah serius banet,bisa-bisa seluruh orang di komplek ini habis.”
Terlihat jelas wajah-wajah cemas yang menyelimuti seluruh orang di komplek ini.
Aku pun menjadi salah satu dari mereka yang merasakan kecemasan itu.awalnya aku hanya menanggapi kasus ini hanya kasus pembunuhan biasa yang sering terlihat di layar TV.
Tapi kini tidak,selama sepekan sudah di temukan lima mayat di areal komplek ini.
Aku sempat berfikir kalau komplek ini telah terkena kutukan.dan mayat-mayat itu telah di bunuh oleh makhluk ghaib.tapi Doni menggoyahkan itu,karena dia pernah melihat jejak kaki yang berlumuran darah di dekat trotoar jalan.
Di sekolah keesokan harinya...
Semua murid-murid di buat geger dengan adanya pesan sms yang masuk ke ponsel mereka semua.
”Bersenang-senang lah selagi masih bisa,jaga jasadmu sebelum arwahmu melepaskan diri darinya,Aku akan menganatarmu ke kebahagiaan yang abadi di surga”
Pesan yang sangat berhasil membuat semuanya merasa cemas bahkan ada yang histeris.dan ada juga beberapa murid yang mendapat teror melalui telepon.
Doni pun ikit mendapatkan pesan itu.
”Rit,,gila nuh..semua jadi kacau di komplek ini..
punya dendam apa nih psikopat..”
”Don..apa kita akan menjadi korban juga?”
”hmm..hm..”Doni hanya menggeleng
Kini di malam hari sangat senyap sekali,kegelisahan menghantuiku.sampai ke alam mimpiku.
Sekira pukul 01.00 WIB dini hari aku terbangun.karena suara seretan benda berat yang terasa sangat dekat denganku.
”oohh my God..apa itu??” terlihat olehku bayangan seseorang sedang menyeret sesuatu di belakang nya.
Rasa penasaran mengalahkan ketakutanku,membuat aku berani mengintip dari jendela,ku perhatikan apa itu yang di seretnya..seketika aliran daahku mengencang,jantungku berdegup kencang seperti ingin lepas dari urat-urat yng mengikatnya setelah ku lihat tangan manusia terjorok keluar dari bungkusan besar yang di seretnya.
”Itu dia..dia lah penyebab semua kekacauan ini ..dia harus pergi dari sini.” Terngiang-ngiang di kepalaku untuk mencari caa agar tempat ini terbebas dari psikopat seperti dia itu,.
Di sela pemikiran ku ,,ku ambil handphone ku,akan ku ambil foto nya...
Ku buka sedikit jendelaku..dan cerobohnya ketika aku mengambil fotonya nya ternyata kamera hape ku mengeluarkan cahaya yang terang sekali.,karena terkejut aku langsung menutup kain jendelaku,dan orang itu pun lari sambil tetap menyeret kantung besar yang di bawaanya.
”Mampusss...mati Aku.Dia mengetahui Aku memfoto nya.”
tidak tenang perasaanku sampai matahri mulai terbit.
Tanpa tidur yang cukup aku berangkat ke sekolah.kini aku menjadi orang yang paing gelisah sepanjang waktu berjalan, ”Akulah korban selanjutnya” kaimat itulah yang kini selalu terniang-ngiang di kepalaku.
”hey Rit..”Teriakan Doni mengejutkanku
ngapain kamu sendirian di sini,?? Masuk kelas aja gihh...”
”ehh Don...kali ini aku nggak akan selamat” Suara ku Getir.
”maksud kamu? Aku nggak ngeti!”
”lihat ih..” Aku menunjukkan beberapa file di hape ku yaitu foto psikopat tadi malam.
Awalnya Doni sedikit bingung dengan foto itu, tapi setelah aku menjelaskan nya dia mulai mengerti.
”Don..apa aku akan selamat dari dia?”
”Pasti..”
”Apanya yang pasti?DIA AKAN MEMBUNUHKU DALAM WAKTU DEKAT!!”Teriakku cemas.
”nggak..itu nggak akan terjadi..” Tegas Doni.
”nggak?? Bisa-bisanya kamu bilang gitu?? Dia telah mengetahui rumah mangsa nya!! Aku akan mati Don... AKU AKAN MATI ! ! ! ” Teriakku dengan air mata bercucuran..
”Tenang Rit,,aku akan menjagamu, !!
jauhkan fikiranmu tentang itu.dia gak akan ku biarkan menyentuhmu,apalagi sampai menyakitimu.”
Perlahan Doni memelukku memastikan padaku bahwa dia benar-benar akan menjagaku,.
Sepulang sekolah Doni bersamaku sampai di depan pintu Rumahku. Kini dia benar-benar meyakinkanku bahwa aku aman bersamanya..
”sekarang kamu istirahat aja di rumahnya..Kalau ada apa-apa Telepon aja..” Ucap Doni.
”makasih ya Don..!!”
aku masuk kamar dan membaringkan tubuhku di kasur,. Aku mencoba merilaks kan fikiranku,. Tapi tanpa di sangka teror sudah di mulai.
Secarik kertas berisi tullisan dengan tinta merah terlihat di kaca jendela yang kertas itu di tempel dari luar. Sangat singkat , kertas itu berisi satu kata ”MATI”..
Sontak aku tercengang,dan aku segera menelepon Doni.. dalam beberapa menit Doni sampai di sampingku.terlihat jelas raut wajah Doni menandakan kecemasan.
”ini gak bisa di biarin.kita harus melawan.”
”kamu gila ya Don..? apa yang bisa kita lakukan?”
”iya aku gak tau,tapi ini benar-benar kelewatan, malam ini aku akan di sini bersamamu.
Malam telah tiba, sampai jam 22.00 masih terlihat aman,lalu aku memutuskan untuk tidur, sementara Doni masih berada di ruang tamu.
”CTAAAARRRR...!!!!
suara itu memaksaku untuk terbangun dari tidurku. Ternyata itu kaca jendela ku yng telah pecah di hantam sebuah batu, Doni langsung menghampiriku. Sesekali terlihat oleh ku sosok seorang pria berjubah melewti jendela kamarku,.
”Haa..Don.. awasss...” Teriakku setelah ku lihat pria itu mencoba melempar sesuatu kedalam lewat jendela yang telah pecah.
”hah.. apa itu.?? Hey siapa kamu??” Teriak Doni.
”ayo kita keuar Don..cepat Don..”
”i..iya Rit..kita sembunyi di ruang tamu..”
Kami bersembunyi d samping meja televisi. Kami menyadari Pria itu telah masuk ke dalam rumah karena tidak jarang kami mendengar suara benda jatuh, mungkin karea Pria itu.
Jantungku semakin berdetak cepat. Seketika ku mendengar langkah kaki yang sangat dekat.
”Don.. dia sudah di sini” Bisikku pada Doni.
”i..iya.. kita harus terus bersama.”
tiba-tiba suara langkah kaki itu menghilang dari pendengku. ”kemana Dia?” Batinku
”awass Ritt..!!” Teriakan Doni mengejutkanku.
DUUBBB...!!!
Doni tergeletak di hadapanku.
“Donii..!!!”
“La..llaari Rit..! “ Doni menyarankan ku dengan sisa-sisa suaranya..
yaa...Pria itu telah melukainya. Sebuah Gunting telah terhunus di punggung Doni.
”Don..maaf Donn...ini semua karena aku..”
t..etesan air mataku menetes di wajah Doni.
“nggk apa Rit…udah buruan kamu lari.. aku nggak apa-apa. Gunting itu tadi berasal dari samping tangga, Dia pasti disana,,ayo cepat kamu lari.. ”Doni mengakhiri ucapannya”
”a..apaa??.. Don aku akan memanggil orang untuk membawa kamu ke rumah sakit..! ”
Aku langsung lari menuju pintu,tapi sial pintu depan terkunci dan kuncinya hilang ntah kemana. Dan aku semakin bingung dan takut setelah pria itu menunjukan dirinya dan berdiri di smping meja yang tidak jauh dari tempatku sekarang.
”hah.. s..siapa kamu?? Pergi dari sini..! ” Teriakku.
Namun dia malah melangkah semakin mendekatiku.Aku berlari namun dia berhasil meraih tanganku.
”Aw..awass...lepaskan..!! ”Ku coba berontak melepaskan tanganku dari nya.”
usahaku berhasil,tanganku terlepas meskipun telah berlumuran darah karena sesuatu di tangannya telah merobek kulitku. Aku kembali berlari, sesekali ku lemparkan benda-benda di sekitarku ke arah Pria itu berharap ia pergi.
Tapi itu membuatku semakin lelah.t anpa sedikitpun benda2 tadi melukai Pria itu.
Aku tetap berusaha mengecohnya dengan terus berlari.
”BRUUKK...!!!”Sial ,,kaki ku tersandung oleh kaki meja.. akupun terjatuh di depan Pria itu.
”jangan..tolong jangan sakiti aku... ku mohon..!!” Rintihku di hadapannya.
Tapi seolah tak mendengar,dia malah mengeluarkan sebilah pisau dari sakunya.menyadari itu aku berusaha bangkit dan lari.. Tapi...
”Aww....t..tolong...!! ”setelah aku bangkit..pisau itu telah menusuk paha ku..
Jangan ....jangan sakiti aku lebih dari ini..
Dengan sisa-sisa tenaga,aku berniat berlari keluar melalui pintu di dapur.
Untuk itu aku kembali berlari.Tidak ada lagi di fikiranku harapan untuk selamat..sebelumnya aku tidak pernah mengalami hal seperti ini.Tidak ku fikir tentang diriku sekarang..Yang ada sekarang kekhawatirannku terhadap perasaan orang tuaku ketika mereka mengetahui anak tunggalnya sedang meregang nyawa di tangan Orang yg seolah Mesin pembunuh yang ta berperasaan.
Fikiranku sontak buyar. Kini Pria itu telah mencekik leherku.
Harapanku untuk membahagiakan orang tua dengan prrestasiku kini akan menjadi angan-angan saja.
Desah nafas Pria ini sangat mengerikan,,seperti tidak sabar lagi untuk membunuhku.
Di antara susahnya aku bernafas..ku sempatkan unntuk mengingat wajah keddua orang tuaku. ”Maaf Maa...Paa..” Batinku..
Aku kini benar2 sudah tak memiliki tenaga lagi..ku pasrah kan hidupku..
Tangan mungil yang sering di sebut-sebut orang tua ku kini tekulai lemas.
terhempas di atasmeja dapur di sampingku.
”hah...apa ini..?”Batinku.
Tersentuh sesuatu dengan tanganku yang lemas ini..sesuatu benda yang keras dann dingin seperti besi.ku pegang terus untuk memastikan itu apa. ”aww”Sepertinya tanganku tergores.baru ku sadari bahwa kesempatan hidupku bertambah setelah ku sadari bahwa aku saat ini menggenggam sebilah pisau dapur..ku genggam kuat dengan posisi yang ku pastikan benar tanpa sepengetahuan Pria itu.ku pejamkan mataku.dengan sisa-sisa tenaga yang ku miliki ku ayunkan tanganku ini ke arah Pria itu.
”Zrrrppp....!!! Aaaarrrgghh..!!
dengan cepat ku hempaskan Pria itu dari hadapanku.perlahan ku buka mataku,tanpa rasa percaya kini Pria itu telah tergeetak di hadapanku dengan darah segar yang mengalir dari lehernya.Pisau yang ku ayunkan ternyata tertusuk tepat di lehernya.
”aku membunuhnya...aku membunuhnya..”Batinku.
kini aku benar-benar lemas..lututku pun terasa tidak sanggup lagi menopang tubhku menjadikan aku terjatuh berlutut di depan Pria yang tadinya akan menghabiskan nyawaku tapi kini telah terbaring tak sadarkan diri.
Teringat olehku tentang keadaan Doni...perlahan ku sanggupkan untuk berdiri meski penuh dengan ringkihan.aku berjalan menuju ke arah tempat Doni terbaring.ku lihat Doni masih dengan keadaan tadi..ku coba menggotong Doni.tapi sayang....aku tidak bertahan lagi.pandangan ku kabur..gelap..gelap...dan aku terjatuh pingsan...
Xxx
”Aduuhh...kepalaku pusing..pelan-pelan mataku terbuka..
”dimana ini??”
”Rit..Rita,,,kamu udah siuman..?? ini Mama Nak....”
”Ma..Mama...Doni Maa...dimana Doni....
Awas Ma..Pria itu mau membunuhku..”
“nggak Rit...pembunuh itu telah meregang nyawa..dan Doni..dia juga sedang di rawat..”
“apa...berarti aku membunuhnya...aku akan di penjara Ma...aku tidak mau Ma...tolong aku”rintihku dengan tangis...
sesaat setelah itu...pintu kamar rawatku terbuka..ku perhatikan..aku semakin takut setelah ku ketahui yang masuk ke kamarku ialah tiga orang polisi dengan tampang tegas nya...semakin membuatku bergetar...
“Maa..itu ngapain mereka kesini Ma...???
“Adek yang bernama Rita??” Tanya salah seorang dari polisi itu.
”ii...iya Pak..ada ap??”suaraku getir...
”kami dari pihak kepolisisan ingin mengucapkan Terima kasiih kepada kamu karna telah menghilang kan kecemasan yang ada di komplek ini yang selama ini belum dapat kami selesaikan..”
serasa tidak terduga...perasaanku sangat riang..karena akulah tokoh utama yang menjadi penuntas dari kegelisahan yang selama ini terjadi..
ku pandang wajah orang tuaku..tak ku sadari air mata tak tertahankan menetes membasahi pipiku...
”Maa...Paa...Maafkan aku telah membuat kalian Cemas....”
aku menjatuhkan tubuh ku di pelukan kedua orang tuaku..dengan kesadaran penuh bahwa aku sudah terbebas dari teror sang Psikopat itu..
by :Faisal syaifullah
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar