DAYS 7
Salju turun dengan begitu lebat di luar membekukan semua yang tersentuh oleh titik-titik berwarna putih itu, membekukan hatiku yang entah akan sampai kapan tetap bertahan dari amukan badai yang tak kunjung mereda ini. Sungguh, aku bahkan dapat merasakan jika tubuhku menggigil hebat seolah tak ada apa pun yang mampu melindungiku dari prahara yang mengincarku ini.
Aku tak tahu harus bagaimana menghadapi semua ini, aku tak tahu. Namun melihat dia yang terbaring lemah seperti ini, katakan padaku bagaimana aku harus bertahan dari semua amukan badai yang datang ini?
“Seunghyun…”
Kudengar suaranya yang lemah memanggil namaku, matanya yang tadi terpejam berangsur-angsur terbuka namun sekali lagi hatiku kembali terluka ketika kulihat binar yang begitu terang memancar di kedua bola mata itu kini berangsur-angsur mulai meninggalkan bulatan berwarna putih dan cokelat itu.
“Kau sudah bangun…”
“Mm…”
Dia tersenyum ke arahku, senyum yang dulu selalu berhasil menerbangkanku hingga ke balik awan namun kini hanya kembali menggoreskan luka di dalam hatiku.
“Aku bermimpi lagi”
Suaranya begitu lemah, aku bahkan mungkin tak mendengar suara yang biasanya mengalun begitu lembut dari bibir itu, ya… aku hanya membaca gerak bibirnya saat ini, suaranya terlalu lemah untuk dapat didengarkan secara jelas.
“Katakan padaku apa yang kau lihat di mimpimu?”
Entahlah, aku sudah tak dapat menghitung berapa kali kami melakukan hal seperti ini selama tujuh hari ini atau selama hari-hari dimana dia terbaring lemah seperti ini sejak dia difonis mengidap kanker darah satu tahun yang lalu. Semuanya selalu sama seperti ini, semuanya selalu sama kecuali dia yang terlihat semakin melemah bersama sang waktu yang seolah berlari begitu kencang dan berniat meninggalkan gadisku tetap di tempatnya. Sungguh aku hanya berharap dia dapat bertahan dari rasa sakit yang semakin lama semakin gencar menggrogoti tubuhnya itu, kumohon kembalilah menjadi gadisku yang selalu menyebarkan kebahagiaan pada setiap orang, kumohon kembalilah…
“Aku melihat seseorang mengenakan jubah berwarna hitam menatap ke arahku”
Nada ketakutan itu kembali muncul disana, heh… katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa takut itu dari dalam hatimu, katakan padaku…
“Apa yang dia lakukan? Apa dia hanya menatapmu?”
“Ya… Aku memintanya untuk pergi”
Aku dapat melihat secercah binar yang memancar dari kedua bola mata itu. Heh… sinar itu masih belum padam, ya… dia masih belum menyerah seperti halnya aku yang tak akan menyerah untuk berjuang bersamanya melewati ini semua. Ya… aku hanya harus yakin jika kelak badai ini pasti akan menyingkir dan meninggalkan kami.
“Kau melakukan hal yang benar, Ji Eun, kau tak seharusnya pergi kemanapun”
DAYS 9
“Hey… kau belum tidur”
“Aku tak bisa memejamkan mataku lagi”
Dia memalingkan wajahnya dariku seolah tak ingin aku tahu apa yang saat ini ada di dalam kepalanya.
“Katakan padaku apa kau mimpi buruk lagi?”
Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan masih tak mau menatapku
“Bisakah kau meninggalkanku saja?”
Ah, apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya? Ada apa ini sebenarnya?
“Hey, apa yang kau bicarakan?”
“Berhentilah perduli padaku dan tinggalkan saja aku”
Binar itu benar-benar menghilang dari kedua bola matanya, sungguh kumohon jangan seperti ini, kumohon kembalilah bersinar.
“Maafkan aku tapi aku tak akan mungkin dapat mengabulkan permintaanmu yang satu ini”
“Seunghyun…”
“Sudahlah sebaiknya kau kembali tidur. Kau pasti kelelahan”
Ya… tidurlah, Ji Eun, semuanya pasti akan baik-baik saja saat nanti kau membuka matamu, semuanya pasti akan baik-baik saja.
“Aku melihatmu menangis”
Suaranya sangat lirih seolah dia sedang berbisik ke arahku.
“Kau melihatnya di mimpimu?”
Dia menganggukkan kepalanya pelan
“Aku melihat kau, ayah dan ibuku sedang menangis dan aku tak dapat menemukan diriku sendiri dimanapun di sana. Mungkin aku… aku…”
“Hey, itu hanya mimpi. Percayalah padaku tak akan ada apa pun hal buruk yang akan terjadi. Kau tak akan pergi kemanapun. Aku tak akan membiarkan itu terjadi. Sekarang pejamkanlah matamu”
“Tapi itu terasa sangat menyakitkan. Aku… aku…”
“Semuanya akan baik-baik saja, Ji Eun. Percayalah padaku”
“Berjanjilah satu hal padaku”
“Katakanlah”
“Apa pun yang akan terjadi padaku kumohon jangan pernah menangis karenanya, kumohon. Aku tak ingin melihat air mata itu di wajahmu, itu… itu terlalu menyakitkan untukku. Kumohon berjanjilah padaku”
“Baiklah aku berjanji”
Aku berjanji… sungguh aku sendiri tak tahu janji apa ini yang telah aku buat, aku tak tahu…
“Sekarang tidurlah”
Ji Eun mengangguk pelan ke arahku dan tersenyum lembut. Heh… sungguh bagaimana semua itu terlihat begitu indah. Bisakah seperti ini saja untuk selamanya?
Baby good night
Should I draw the image of her sleeping
Don’t be shy anymore, You’re already my girl
Even if it’s not clear it’s the way to me
You’re more than I deserve
You’re perfect. Thank you for being by my side baby, my lady
Know how much I love you beautiful girl
I always dream of you
Baby good night (Don’t wanna say goodbye)
When the darkness of the black night finds us
Those beautiful eyes close and drift off
I sit by your bed
And caress your hair
Looking into your face
I want to convey my love
I wish time would stop like this
You are just so beautiful
Baby good night
Baby good night (Don’t wanna say goodbye)
-( Lyric and Song by GD and TOP – Baby Good Night)-
DAYS 11
“Happy anniversary”
Heh… ya… ini tepat 3 tahun sejak aku dan Ji Eun bersama. Sungguh aku tak tahu bagaimana mengungkapkan kebahagiaan yang saat ini aku rasakan. Tiga tahun, itu bukan waktu yang singkat, bukan? Ya… terutama atas apa yang telah terjadi selama satu tahun ini. Aku rasa aku memang harus bersyukur bahwa semuanya masih berjalan dengan baik-baik saja, ya… tak ada yang berubah di hatiku tentang Ji Eun, tak ada selain betapa kini aku semakin menyadari betapa aku mencintainya dan betapa dia begitu berarti bagiku.
“Seunghyun…”
“Ya…”
“Bisakah kau mengantarkanku ke atap”
“Tapi di luar sangat dingin. Lihatlah salju terus turun dengan begitu lebat”
“Aku mohon…”
Dia menatapku dengan penuh harap. Heh… sungguh bagaimana aku dapat menolak permintaannya jika dia sudah memohon seperti ini. Ya… rasanya aku memang tak memiliki pertahanan untuk yang satu ini.
“Baiklah tapi kau harus mengenakan baju hangatmu lebih dulu”
“Mm…”
Dia menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum ke arahku.
Kubantu dia mengenakan pakaian hangatnya dan mengangkat tubuhnya dengan hati-hati. Heh… sungguh bagaimana penyakit ini telah menggrogoti gadisku. Aku bahkan bisa mengatakan betapa ringannya saat ini tubuhnya, seolah aku hanya mengangkat tumpukan kapas yang ringkih dan akan diterbangkan oleh angin yang akan berusaha menyakitinya jika aku tak berhati-hati.
“Kau yakin mau berada disini? Ini benar-benar terasa sangat dingin”
Aku duduk di sampingnya dan menggenggam erat jemarinya. Kulihat dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arahku.
“Kau lihat bintang yang berkelap-kelip di langit itu?”
“Mm…”
“Aku tak tahu jika ternyata sebanyak itu. Aku rasa aku tak akan kesepian”
“Ji Eun…”
“Ternyata tak akan sejauh itu”
Dia tersenyum ke arahku dengan mata yang dipenuhi oleh binar. Tidak, ini semua membuatku takut. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, aku tak tahu.
“Kurasa kau tahu kemana kau akan mencariku jika kau merindukanku. Ingatlah, kau memiliki janji yang harus kau tepati padaku”
Dia menyandarkan kepalanya di pundakku dan memejamkan matanya. Sungguh, kumohon jangan ada lagi hal buruk terjadi.
“Ji Eun… Ji Eun… Ji Eun…”
Sayap-sayap putih keperakan telah mendekapnya
Dalam buaiannya yang lembut
Membawanya terbang jauh
Jauh, jauh dari jangkauan
Menolak cinta yang disodorkan untuknya
Hanya untuknya
Terbang jauh
Menggapai bintang itu
Tempat yang nyaman baginya
Sebab tak ada lagi kesakitan yang terasa
Tempat yang nyaman baginya untuk menungguku
Hingga saatnya tiba
Ketika sayap-sayap itu
Pada akhirnya akan mendekapku
Membuaiku dalam kelembutannya
Hanya untukmu SELAMANYA…
P.S. Anybody alredy listening GD and TOP Baby Good Night? If you still not, you must listening this song, that really such a wonderful song. I bet you, guys. Search with your internet and take that song, enjoy it like me now. it's stay on my head now lol
Salju turun dengan begitu lebat di luar membekukan semua yang tersentuh oleh titik-titik berwarna putih itu, membekukan hatiku yang entah akan sampai kapan tetap bertahan dari amukan badai yang tak kunjung mereda ini. Sungguh, aku bahkan dapat merasakan jika tubuhku menggigil hebat seolah tak ada apa pun yang mampu melindungiku dari prahara yang mengincarku ini.
Aku tak tahu harus bagaimana menghadapi semua ini, aku tak tahu. Namun melihat dia yang terbaring lemah seperti ini, katakan padaku bagaimana aku harus bertahan dari semua amukan badai yang datang ini?
“Seunghyun…”
Kudengar suaranya yang lemah memanggil namaku, matanya yang tadi terpejam berangsur-angsur terbuka namun sekali lagi hatiku kembali terluka ketika kulihat binar yang begitu terang memancar di kedua bola mata itu kini berangsur-angsur mulai meninggalkan bulatan berwarna putih dan cokelat itu.
“Kau sudah bangun…”
“Mm…”
Dia tersenyum ke arahku, senyum yang dulu selalu berhasil menerbangkanku hingga ke balik awan namun kini hanya kembali menggoreskan luka di dalam hatiku.
“Aku bermimpi lagi”
Suaranya begitu lemah, aku bahkan mungkin tak mendengar suara yang biasanya mengalun begitu lembut dari bibir itu, ya… aku hanya membaca gerak bibirnya saat ini, suaranya terlalu lemah untuk dapat didengarkan secara jelas.
“Katakan padaku apa yang kau lihat di mimpimu?”
Entahlah, aku sudah tak dapat menghitung berapa kali kami melakukan hal seperti ini selama tujuh hari ini atau selama hari-hari dimana dia terbaring lemah seperti ini sejak dia difonis mengidap kanker darah satu tahun yang lalu. Semuanya selalu sama seperti ini, semuanya selalu sama kecuali dia yang terlihat semakin melemah bersama sang waktu yang seolah berlari begitu kencang dan berniat meninggalkan gadisku tetap di tempatnya. Sungguh aku hanya berharap dia dapat bertahan dari rasa sakit yang semakin lama semakin gencar menggrogoti tubuhnya itu, kumohon kembalilah menjadi gadisku yang selalu menyebarkan kebahagiaan pada setiap orang, kumohon kembalilah…
“Aku melihat seseorang mengenakan jubah berwarna hitam menatap ke arahku”
Nada ketakutan itu kembali muncul disana, heh… katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa takut itu dari dalam hatimu, katakan padaku…
“Apa yang dia lakukan? Apa dia hanya menatapmu?”
“Ya… Aku memintanya untuk pergi”
Aku dapat melihat secercah binar yang memancar dari kedua bola mata itu. Heh… sinar itu masih belum padam, ya… dia masih belum menyerah seperti halnya aku yang tak akan menyerah untuk berjuang bersamanya melewati ini semua. Ya… aku hanya harus yakin jika kelak badai ini pasti akan menyingkir dan meninggalkan kami.
“Kau melakukan hal yang benar, Ji Eun, kau tak seharusnya pergi kemanapun”
DAYS 9
“Hey… kau belum tidur”
“Aku tak bisa memejamkan mataku lagi”
Dia memalingkan wajahnya dariku seolah tak ingin aku tahu apa yang saat ini ada di dalam kepalanya.
“Katakan padaku apa kau mimpi buruk lagi?”
Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan masih tak mau menatapku
“Bisakah kau meninggalkanku saja?”
Ah, apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya? Ada apa ini sebenarnya?
“Hey, apa yang kau bicarakan?”
“Berhentilah perduli padaku dan tinggalkan saja aku”
Binar itu benar-benar menghilang dari kedua bola matanya, sungguh kumohon jangan seperti ini, kumohon kembalilah bersinar.
“Maafkan aku tapi aku tak akan mungkin dapat mengabulkan permintaanmu yang satu ini”
“Seunghyun…”
“Sudahlah sebaiknya kau kembali tidur. Kau pasti kelelahan”
Ya… tidurlah, Ji Eun, semuanya pasti akan baik-baik saja saat nanti kau membuka matamu, semuanya pasti akan baik-baik saja.
“Aku melihatmu menangis”
Suaranya sangat lirih seolah dia sedang berbisik ke arahku.
“Kau melihatnya di mimpimu?”
Dia menganggukkan kepalanya pelan
“Aku melihat kau, ayah dan ibuku sedang menangis dan aku tak dapat menemukan diriku sendiri dimanapun di sana. Mungkin aku… aku…”
“Hey, itu hanya mimpi. Percayalah padaku tak akan ada apa pun hal buruk yang akan terjadi. Kau tak akan pergi kemanapun. Aku tak akan membiarkan itu terjadi. Sekarang pejamkanlah matamu”
“Tapi itu terasa sangat menyakitkan. Aku… aku…”
“Semuanya akan baik-baik saja, Ji Eun. Percayalah padaku”
“Berjanjilah satu hal padaku”
“Katakanlah”
“Apa pun yang akan terjadi padaku kumohon jangan pernah menangis karenanya, kumohon. Aku tak ingin melihat air mata itu di wajahmu, itu… itu terlalu menyakitkan untukku. Kumohon berjanjilah padaku”
“Baiklah aku berjanji”
Aku berjanji… sungguh aku sendiri tak tahu janji apa ini yang telah aku buat, aku tak tahu…
“Sekarang tidurlah”
Ji Eun mengangguk pelan ke arahku dan tersenyum lembut. Heh… sungguh bagaimana semua itu terlihat begitu indah. Bisakah seperti ini saja untuk selamanya?
Baby good night
Should I draw the image of her sleeping
Don’t be shy anymore, You’re already my girl
Even if it’s not clear it’s the way to me
You’re more than I deserve
You’re perfect. Thank you for being by my side baby, my lady
Know how much I love you beautiful girl
I always dream of you
Baby good night (Don’t wanna say goodbye)
When the darkness of the black night finds us
Those beautiful eyes close and drift off
I sit by your bed
And caress your hair
Looking into your face
I want to convey my love
I wish time would stop like this
You are just so beautiful
Baby good night
Baby good night (Don’t wanna say goodbye)
-( Lyric and Song by GD and TOP – Baby Good Night)-
DAYS 11
“Happy anniversary”
Heh… ya… ini tepat 3 tahun sejak aku dan Ji Eun bersama. Sungguh aku tak tahu bagaimana mengungkapkan kebahagiaan yang saat ini aku rasakan. Tiga tahun, itu bukan waktu yang singkat, bukan? Ya… terutama atas apa yang telah terjadi selama satu tahun ini. Aku rasa aku memang harus bersyukur bahwa semuanya masih berjalan dengan baik-baik saja, ya… tak ada yang berubah di hatiku tentang Ji Eun, tak ada selain betapa kini aku semakin menyadari betapa aku mencintainya dan betapa dia begitu berarti bagiku.
“Seunghyun…”
“Ya…”
“Bisakah kau mengantarkanku ke atap”
“Tapi di luar sangat dingin. Lihatlah salju terus turun dengan begitu lebat”
“Aku mohon…”
Dia menatapku dengan penuh harap. Heh… sungguh bagaimana aku dapat menolak permintaannya jika dia sudah memohon seperti ini. Ya… rasanya aku memang tak memiliki pertahanan untuk yang satu ini.
“Baiklah tapi kau harus mengenakan baju hangatmu lebih dulu”
“Mm…”
Dia menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum ke arahku.
Kubantu dia mengenakan pakaian hangatnya dan mengangkat tubuhnya dengan hati-hati. Heh… sungguh bagaimana penyakit ini telah menggrogoti gadisku. Aku bahkan bisa mengatakan betapa ringannya saat ini tubuhnya, seolah aku hanya mengangkat tumpukan kapas yang ringkih dan akan diterbangkan oleh angin yang akan berusaha menyakitinya jika aku tak berhati-hati.
“Kau yakin mau berada disini? Ini benar-benar terasa sangat dingin”
Aku duduk di sampingnya dan menggenggam erat jemarinya. Kulihat dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arahku.
“Kau lihat bintang yang berkelap-kelip di langit itu?”
“Mm…”
“Aku tak tahu jika ternyata sebanyak itu. Aku rasa aku tak akan kesepian”
“Ji Eun…”
“Ternyata tak akan sejauh itu”
Dia tersenyum ke arahku dengan mata yang dipenuhi oleh binar. Tidak, ini semua membuatku takut. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, aku tak tahu.
“Kurasa kau tahu kemana kau akan mencariku jika kau merindukanku. Ingatlah, kau memiliki janji yang harus kau tepati padaku”
Dia menyandarkan kepalanya di pundakku dan memejamkan matanya. Sungguh, kumohon jangan ada lagi hal buruk terjadi.
“Ji Eun… Ji Eun… Ji Eun…”
Sayap-sayap putih keperakan telah mendekapnya
Dalam buaiannya yang lembut
Membawanya terbang jauh
Jauh, jauh dari jangkauan
Menolak cinta yang disodorkan untuknya
Hanya untuknya
Terbang jauh
Menggapai bintang itu
Tempat yang nyaman baginya
Sebab tak ada lagi kesakitan yang terasa
Tempat yang nyaman baginya untuk menungguku
Hingga saatnya tiba
Ketika sayap-sayap itu
Pada akhirnya akan mendekapku
Membuaiku dalam kelembutannya
Hanya untukmu SELAMANYA…
P.S. Anybody alredy listening GD and TOP Baby Good Night? If you still not, you must listening this song, that really such a wonderful song. I bet you, guys. Search with your internet and take that song, enjoy it like me now. it's stay on my head now lol
Tidak ada komentar:
Posting Komentar